RSS

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/416726_365287953500864_100000589864747_1283347_290719209_o.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/337011_338942896135370_100000589864747_1214466_2017550714_o2.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/330172_365286376834355_100000589864747_1283339_1757663757_o.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/329208_338921779470815_100000589864747_1214427_354183318_o.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/pakan3.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/pakan2.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/pakan.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/404331_336667109696282_100000589864747_1208388_173807343_n.jpg

https://tresnoter.files.wordpress.com/2012/04/332520_338944302801896_100000589864747_1214468_114331776_o.jpg

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Uncategorized

 

Pakan kosentrat sapi/kambing

Selama musim hujan, ketersediaan berbagai jenis tanaman hijauan memang melimpah. Ternak tidak akan kekurangan pakannya. Namun selama kemarau, pakan tradisional ternak seperti rumput dan tanaman hijau lainnya menjadi sulit didapat, akibatnya ternak pun menjadi kurus kering. Sapi atau kambing perah, berhenti menghasilkan susu, domba pedaging pun terhambat perkembangannya.

DI MUSIM kemarau, para peternak ruminansia dituntuk bijak untuk menyediakan pakan ternak secukupnya, apakah itu dengan memberikan pakan konsentrat atau dalam bentuk silase.

Memang tanaman hijauan, seperti rumput dan daun jagung, tidak dapat digantikan sebagai pakan utama ternak ruminansia, namun dengan tersedianya konsentrat paling tidak kita masih bisa mempertahankan kelangsungan hewan memamah biak itu. Apalagi konsentrat bisa dibuat sendiri tanpa harus membeli dari toko pakan ternak. Dengan membuat konsentrat sendiri biaya penggemukan domba akan menjadi lebih murah.

Dari pada membeli konsentrat yang harganya mahal, seorang peternal asal jogja mencoba meramunya sendiri. Dan hasilnya cukup memuaskan, berkat konsentrat buatannya itu, bobot domba meningkat 9-12 kg dalam waktu tiga bulan. Peternak itu mencoba memberikan resep sederhana dari bahan-bahan yang terdiri dari komposisi; dedak halus 70%, ongok 20%, jagung giling 8,1%, garam dapur 1,4% dan kalsium 0,5%.

Konsentrat itu diberikan sebagai makanan penguat domba di samping makanan pokok berupa rumput. Untuk domba berusia 5 bulan ia memberi 2 ons konsentrat per harinya. Sedangkan yang lebih tua jatahnya ditingkatkan menjadi 0,25 – 0,3 kg/hari. Pemberian konsentrat ini dilakukan sekali setiap hari pada pagi sebelum diberi rumput. Dengan cara ini bobot domba bisa mencapai rata-rata 100 gram/ekor/hari.

Namun resep di atas disadari masih kurang lengkap, untuk mendapatkan pertumbuhan berat badan yang baik, dalam komposisi konsentrat tersebut harus terkandung unsur protein. Untuk itu dikembangkan resep kedua yang komposisinya terdiri dari dedak halus 75%, jagung giling 8%, bungkil kedelai 3%, bungkil kelapa 10%, kalsium 2% dan garam dapur 2%. Resep ini, menurutnya, mampu meningkatkan bobot ternak sebesar duakali penggemukan resep pertama.

Seperti ia diuraikan, semua bahan itu harus dalam kondisi lembut agar mudah bercampur satu sama lain. Bahan itu kemudian dicampur dalam suatu wadah dan diaduk sampai merata. Bahan-bahan yang sudah bercampur merata inilah yang disebut konsentrat dan siap diberikan pada ternak. Konsentrat yang akan diberikan takarannya harus pas sehingga bisa habis sekali makan. Sebelum diberikan konsentrat tsb diberi air sedikit-sedikit sambil diaduk hingga diperoleh adonan yang pekat.

Selain pakan konsentrat, beberapa peternak lain mencoba membuat silase. Pembuatan silase melibatkan proses fermentasi bakteri anaerob. Sementara bahan bakunya adalah daun jagung yang dicampur dengan kulit nanas, ongok, dan kacang-kacangan.

Kendala bahan baku
Membuat konsentrat sekilas seperti mudah dilakukan. Namun menurut pengalaman beberapa peternak, membuat pakan ternak (yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari residu pertanian) itu ternyata tidaklah mudah. Banyak kendala yang mereka temui terutama bagi peternak pemula. Di antaranya kontinuitas dan ketersediaan bahan baku. Seperti diketahui bahan utama dari pakan ternak ini, adalah dedak/bekatul, persentasenya bisa lebih dari 50%. Kendala bagi peternak pemula dengan modal dengkul adalah mendapatkan dedak dengan kualitas baik dan harga bersaing. Sebagian besar huler (rice hull; dimana dedak merupakan limbah dari proses dekortikasi beras padi) ternyata telah terikat kontrak dengan bandar atu supplier besar, sehingga untuk mendapatkan dedak halus bersaing dengan pemodal besar.

Selain itu, ketersediaan. Jumlah dedak yang tersedia sangat tergantung pada musim panen padi. Sehingga di luar musim panen, dedak bisa menjadi barang langka, otomatis harganya naik.

Kami selaku admin Tresnoter juga menyediakan pakan konsentrat meliputi
1. konsentrat sapi dalam kemasan 30kg(54.000)
2. konsentrat kambing dalam kemasan 25kg(45.000)
3. sekam lembut 500/kg
4. sekam giling 1200/kg
5. dedak katul 2300/kg
6. dedak jagung 3000/kg
7. menir jagung 3200/kg
8. jagung pecah 3300/kg
9. kulit kacang giling 850/kg
10. menir kedelai 3200/kg
11. kedelai afkir 3400/kg
12. ampas bir 1200/kg
13. dan formula susu ternak kemasan 1kg @25.000
bagi anda yang berminat silahkan hubungi
tlp ; 087738749179/081327670915

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Uncategorized

 

Pakan fermentasi

Agar susu kambing yang dihasilkan tidak beraroma kambing (prengus), Tresnoter meramu pakan dengan cara difermentasi. Di samping mengurangi pakan hijauan sebagai pakan utama kambing, Pakan fermentasi mempunyai keuntungan yaitu:

* Membuat penggemukan kambing semakin cepat
* Memperbaiki pencernakan kambing
* Lebih kebal terhadap penyakit
* Meningkatkan produksi susu
* Menjadikan susu kambing menjadi tidak beraroma kambing(prengus)
* Mengurangi bau
* Meningkatkan nafsu makan
* Kotoran menjadi lebih sedikit karena pakan menjadi tercerna dengan baik

Untuk kali ini saya akan membahas fermentasi dari pakan kambing ettawa dari bahan:

1. bahan biji-bijian (kulit kacang hijau,kulit kedelai, kacang hijau afkir , kulit kacang, jagung giling, dll)
2. polard (bekatul gandum)
3. kulit kedelai
4. tetes tebu
5. ampas tahu
6. cattlegro

Untuk tempat fermentasi harus kedap udara (hampa udara)

Langkah-langkahnya yaitu:

1. Masukkan kacang hijau yang telah dibersihkan ke dalam ember. Setelah itu tambahkan ampas tahu, polard, kulit kedelai, dan ampas tahu.
2. Tuangkan 2 cc cattlegro ke dalam air bersih 1 liter, kemudian masukkan tetes tebu ke dalam 1 liter air tersebut dan aduk hingga melarut.
3. Campurkan 1 liter air yang telah diberi cattlegro dan tetes tebu ke dalam ember dan campurkan hingga merata
4. Tutup ember dengan rapat sampai tidak ada udara yang masuk ke dalam ember, dan biarkan selama seminggu

Setelah seminggu buka tutup ember, apabila bau pakan menjadi harum berarti proses fermentasi pakan telah berhasil, namun apabila pakan tidak berbau harum kemungkinan takaran komposisi pakan belum tepat. Selamat mencoba.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Uncategorized